Peserta HUT PI di Mansinam di luar prediksi sekitar 14.000 orang

Manokwari, TW– Puncak ibadah perayaan HUT PI ke 165 di pulau Mansinam hari ini, dipadati kurang lebih 14 ribu. Mereka pun menggunakan berbagai cara untuk bisa sampai ke sana.

Untuk sampai ke Mansinam, sebagian menumpang kapal panitia secara gratis, tapi banyak juga yang keluarkan biaya sendiri menyewa taxi laut (longboat).

Ketua panitia HUT PI ke 165, Nataniel Mandacan, melaporkan bahwa jumlah peziarah yang datang ke Mansinam melebihi prediksi panitia yang semula hanya memprediksi sekitar 10 ribu orang, tapi ternyata mencapai 14 ribu orang lebih.

Dalam sambutannya, Nataniel menyebut bahwa tujuan perayaan HUT PI bukan sekadar momentum hari besar agama di tanah Papua, tapi juga untuk menanamkan nilai sejarah tentang tonggak awal pemberitaan Injil di tanah Papua.

“Makna perayaan HUT PI tiap tahun, agar semua generasi Papua khususnya generasi muda tidak kehilangan sejarah. Bahwa 165 tahun silam, kita dalam kegelapan, tapi dengan terang injil (pemberitaan) telah mengubah cara hidup dan cara berpikir orang Papua. Konsep ini harus tetap terjaga turun temurun,” katanya.

KAMU MUNGKIN SUKA

Uang selalu datang melimpah, jika benda ini ada dirumah!

Uang terus datang bak tertarik magnet, jika benda ini ada dirumah

Nyeri lutut sembuh dan kembali remaja seperti 18 tahun!
;
Karena melalui pemberitaan Injil ada peningkatan iman percaya umat Kristen di tanah Papua untuk hidup dalam terang yang terimplikasi melalui kerukunan hidup antar sesama hingga saat ini di atas tanah Papua.

“Bukti injil itu sudah ada sekarang orang papua hidup damai berdampingan dengan semua suku bangsa dalam kebersamaan,” katanya.

Sementara, ketua Sinode GKI Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu mengajak semua umat Kristen Papua untuk tetap hidup damai dengan sesama manusia maupun terhadap alam.

Mofu juga mengklaim, bahwa perayaah HUT PI sebagai momentum kedamaian di tanah Papua.

“Perayaan HUT PI harus jadi momentum kedamaian di tanah Papua,” katanya. (*).

Editor: Edho Sinaga

Tinggalkan komentar