Jakarta, TW — Senjata laras panjang jenis SS1 milik anggota TNI Angkatan Darat dirampas oleh seorang warga Mewuluk, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Jumat (21/2). Senjata dirampas saat anggota TNI sedang membangun markas Komando Rayon Militer (Koramil) persiapan.
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVII Cenderawasih Kol CPL Eko Daryanto mengatakan petugas yang dirampas senjatanya adalah anggota Satuan Tugas Aparat Teritorial.
“Memang benar ada laporan senjata api dirampas warga dari anggota yang nantinya akan bertugas di Koramil persiapan Mewuluk 1714-10,” kata Eko Daryanto seperti dilansir dari Antara.
Lihat juga: OPM Sebut Pasukan TNI-Polri Tembak Mati Warga Sipil Papua
Dari laporan yang diterima, perampasan itu terjadi saat anggota sedang mengangkat barang untuk Koramil persiapan Mewuluk. Tiba-tiba warga yang merampas datang dan membawa lari senjata laras panjang SS1.
[Gambas:Video CNN]
Eko belum memastikan apakah warga tersebut anggota kelompok bersenjata di Papua atau bukan.
Menurutnya Bupati Puncak Jaya sudah menyatakan akan berupaya membantu mengembalikan senjata api tersebut.
“Mudah-mudahan upaya yang dilakukan Bupati Puncak Jaya dapat segera terealisasi sehingga senjata api tersebut kembali,” kata Eko.
Lihat juga: TNI-Polri Tembak Mati Anggota KKSB di Intan Jaya
(Antara/sur)
Bagikan :
papua senjata tni ad
ARTIKEL TERKAIT
Komnas HAM: TNI dan Polri Halangi Pengusutan Kasus Paniai
Nasional3 hari yang lalu
Komnas HAM: Kasus Paniai Berdarah Masuk Pelanggaran Berat
Nasional5 hari yang lalu
Data Tapol Papua yang Diklaim Sudah Diserahkan ke Jokowi
Nasional1 minggu yang lalu
Solusi Untuk Para Ibu Yang Menginginkan Penghasilan Tambahan
Promoted
Sidang Penembakan Nduga Diwarnai Polemik Usia Terdakwa
Nasional2 minggu yang lalu
BACA JUGA
Pengamat Sebut Dana Desa Tak Mempan Turunkan Kemiskinan
Luangkan Waktu Untuk Membaca, Jika Anda Mau Turunkan Berat Badan
Promoted
Erick Thohir Tunjuk Orang Papua Jadi Direksi Freeport
Fakta Helikopter TNI MI-17 yang Ditemukan di Pegunungan Papua
Kekhawatiran WHO sampai Gelombang Kedua Evakuasi WNI di China
